Self Image and Its Correlations towards Other People

By JR109719

This has been one of my concerns over the years, but I guess this is the first time I write about it. I know, the title above is very formal, I do it on purpose :) So here goes nothing.

Pernah gak elo denger orang bilang, “Duh, gak enak diliat orang”, atau orang ngomong sama elo, “Tapi jangan bilang siapa-siapa, ya”, atau orang bisikin elo, “Please jangan sampe orang tahu soal ini.” Yup, kita denger kalimat kaya gini ratusan kali, if not a thousand times. Emang sih keliatannya sepele, tapi dibalik itu, sebenarnya memendam masalah significant principles and ethic values (like I know what they mean).

Temen gue pernah cerita, one day dia pernah making love (and I corrected him, I said,”you mean, fuck?”) sama ceweknya, dan right before they did it, ceweknya bilang ke dia,”Tapi kamu janji yah jangan bilang siapa-siapa.” Terus waktu gue SMA, ada temen akrab gue nelpon gue untuk dateng ke rumah dia, dan dia nangis-nangis curhat ke gue bilang kalo bapaknya baru ditangkep polisi karena tersangka korupsi di mana bapaknya menjabat sebagai salah satu dirut bank saat itu. Dan kalimat yang dia wanti-wanti ke gue saat itu adalah, “Please, kamu jangan kasih tau yah soal bapakku ke orang-orang.” Yeah, like I’m so stupid to make a news conference. Dalam hati gue, gue saat itu mikir,”Gak gue kasih tau pun, berita ini bakal muncul di koran atau di TV besok. Kok malah itu sih yang elo takutin?”

I didn’t really care about religious values or the least moral values. Tapi mengerti posisi 2 cewek ini sebagai orang-orang yang religius dan datang dari keluarga yang cukup religius, itu bikin gue bertanya-tanya. What’s fucking wrong about your self image di mata orang-orang lain? Do you want people to see you as stainless, spotless, or a cute sexy goddess sent from heaven to save human civilization? Yeah, you wish.

Gue udah terlalu sering ketemu orang (emphasise kata ‘terlalu’, karena bikin gue capek) yang lebih sering menganggap penting apa persepsi orang-orang lain ;keluarga, teman, masyarakat, kakek, nenek, engkong, tetangga, dll; mengenai diri mereka. Orang-orang yang melangkah berdasarkan apa kata orang, atau apa kata orang nanti. It’s just like, “Yeah I like fucking but I don’t want people to know that I do.” Shit! Gue juga tau gue jauh dari Yesus (since my parents told me that I am a Christian since I was born) atau dari semua hal-hal rohani, tapi on one thing I guess I have to agree with that dude that salah satu akar dari masalah peradaban adalah soal kemunafikan. Remember what he once said, “You’re hopeless, you religion scholars and Pharisees! Frauds! You’re like manicured grave plots, grass clipped and the flowers bright, but six feet down it’s all rotting bones and worm-eaten flesh.

Hey, gue juga mau tampil bagus. Gue juga mau keluar pake sepatu, gak pake sendal (unless it’s casual and it’s summer). Gue juga mau baju dan celana gue matching. Bukan berarti gue nyuruh orang-orang untuk tampil naked publicly and tetap percaya diri. But tendensi di masyarakat bahwa everything and everyone has to be dressed (physically and mentally) nicely ini yang bisa, perlahan-lahan, bikin paradigma seseorang keliru tentang dirinya dan bagaimana persepsi dia di mata orang-orang. Orang lebih takut menghadapi penghakiman, penilaian, dan hujatan dari masyarakat daripada soal menghargai diri sendiri. Yes, I think that’s the keywords, “menghargai diri sendiri!”

Kenapa kita gak bisa menghargai diri sendiri? Kenapa kita gak lebih baik melakukan sesuatu karena memang itu yang mau kita lakukan? Kenapa kita gak lebih baik memilih sesuatu berdasarkan prinsip yang kita pegang, bukan prinsip yang orang-orang lain pegang? Kenapa waktu kita berbuat sesuatu dan turned out itu jelek, kita lebih memilih menyimpannya takut banyak orang tau? Kenapa waktu kita tau kita pesek, kita gendut, kita miskin, kita gak cakep, kita gak pinter, kita punya kekurangan fisik on some parts of our body, and everything that we don’t us to be, kita gak bisa menerima itu semua dan tetap punya percaya diri dan tetap punya self-attitude: “I am what I am, nobody can become like me better than I do“? I know, self-image, insecurity, interrelationships, semuanya itu punya korelasi satu sama lain. Gue juga gak mau tulis panjang lebar di sini karena bakal bikin tangan gue capek dan mata orang yang baca juga capek.

Gue tau kalo gak semua orang bakal kaya gue, bisa narsis (kata orang), bisa pd, bisa full confidence. Gue gak minta semua orang untuk jadi kaya gitu. Now I’m at the point that maybe, just maybe, if everybody has a bit better self-image towards themselves and couldn’t care less what people say or think, the world would be a better place to live in.

Jadi inget apa yang sering gue bilang ke orang-orang:

Believe me, you can NOT love other people unless you love yourself. Love yourself so good that you don’t care what others may think of you, then surprisingly you’ll find yourself that you love themselves regardless what they are and what they do.

Happy 420 everyone,

Peace, love, and me :)

Tags: , , , , , , , ,

One Response to “Self Image and Its Correlations towards Other People”

  1. natazya Says:

    great told!

    sayangnya memang ga semua orang bisa punya self image yang sesuai sama true self nya sendiri…
    dan terlalu banyak issues yang akhirnya jadi aspek yang mempengaruhi terbentuknya satu ideal self yang dipertahankan matimatian sekalipun itu bodoh
    on my case… gw ga peduli apa kata orang, tapi gw ga bisa menang sedikitpun dari nyokap gw
    and its killing me since she controlled me in the way that only GOD knows… sigh…

Leave a Reply