Sejak pasang SD card buat BlackBerry dan upload semua lagu dari kompie, nyetir mobil kayanya jadi lebih enteng dan lebih menyenangkan. Apalagi ditambah dengan suasana malam dan pagi di mana gue harus nyetir ke kerjaan atau balik dari kerjaan.
Tadi malem di kerjaan, ngobrol sama temen bandingin lagu-lagu di ipod dia sama di BB gue. Dia tanya gue punya berapa lagu, gue bilang cuma beberapa ratus. Of course gue tanya balik, dia simpen berapa lagu. Dia bilang, “around 3 thousands.” Hoahhh, langsung dah gue bajak ipodnya dia!
Setelah selesai kerja sekitar jam 7 pagi gue nyetir pulang dari kerjaan, ngelintasin free way yang membelah downtown dengan kecepatan 75-80 mph (140 km per jam?). Deretan skyscrapers ada di sisi kiri jalan gue, menyapa gue bahwa hari yang baru sudah siap menanti, mendahului matahari yang enggan keluar di musim dingin. Karya peradaban manusia yang megah tersebut selalu mengingatkan gue bahwa jalan hidup gue ke depan masih jauh.
Dan tentunya gue sambil dengerin lagu-lagu yang gue bajak dari temen gue, salah satunya “Don’t stop ’til you got enough”. Lagu ini bikin gue ketawa karena selalu ngingetin gue sama Chris Tucker di film Rush Hour karaoke-an di Hongkong pake lagu ini, dan gak lupa abis itu gue sempetin nyanyi keras-keras bareng the king of Pop, “Man in the Mirror“. Gak peduli kalo ada yang ngeliatin, yang penting bisa teriak keras-keras sambil gue buka kaca mobil lebar banget untuk membiarkan embun pagi sisa salju semalam untuk mengisi penuh paru-paru gue.
“I’m starting with the man in the mirror. I’m asking him to change his ways.” Na na na, na na na, na na na! Oooh! Oooh! Change his ways!